Antisipasi Pandemik Flu Babi

Posted on 30 April 2009. Filed under: serba-serbi |

SEMINGGU ini, kita terhenyak dengan berita-berita kasus flu Singapura dan flu babi. Ahli WHO memperkirakan itu akan menjadi suatu pandemi (kejadian yang cepat dan luas). Direktur Jenderal WHO Margaret Chan menyebut, penyebaran flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat berpotensi menjadi pandemi dunia karena flu babi berpotensi menginfeksi orang secara cepat.

Biasanya, flu merupakan penyakit biasa yang dianggap tidak berbahaya. Tapi ingat, beberapa tahun terakhir kita telah diserang flu burung (virus H5N1), yang penularannya dari hewan unggas ke manusia belum diketahui secara pasti. Flu burung telah menimbulkan korban kematian di masyarakat kita, bahkan yang tertinggi di dunia (WHO pertengahan Februari menyebut di Indonesia ada 129 kasus, 105 orang meninggal, Red).

Kini disusul berita flu Singapura (virus EV 71) dan flu babi (virus H1N1). Mari kita mengantisipasi dengan mewaspadai kemungkinan datangnya penyakit itu.

Flu babi (swine influenza virus) ini gabungan antara virus babi, manusia, dan unggas. Hingga kemarin, penyakit itu telah menewaskan 152 orang di antara seribu lebih orang yang diduga terjangkit di Meksiko. Penduduk negara lain juga mulai terserang.

Flu babi sebenarnya adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan di mana juga terjadi wabah flu pada manusia. Tetapi pada April ini, penyakit jinak itu telah berubah menjadi penyakit ganas yang berbahaya.

Terlihat satu versi baru virus H1N1, penyakit yang biasanya menjangkiti babi dan secara sporadis menular kepada manusia. H1N1 adalah jenis virus yang menyebabkan wabah flu musiman pada manusia. Namun, versi yang baru ditemukan itu memuat materi genetik dari versi yang biasanya ada pada babi dan unggas.

Saat ini belum ditemukan vaksin untuk jenis baru itu, namun pada kasus parah, penyakit itu bisa diatasi dengan obat antiviral. Masih belum jelas keefektifan vaksin flu yang ada dalam melindungi manusia terhadap virus jenis baru tersebut. Sebab, secara genetik, virus itu berbeda dengan virus flu lainnya. Virus yang menyerang pernapasan tersebut menular lewat batuk atau bersin.

WHO telah memperingatkan semua negara di seluruh dunia agar waspada terhadap kemungkinan munculnya pandemi global. Pandemi flu terakhir terjadi pada 1968, saat flu Hongkong menewaskan sekitar sejuta orang di seluruh dunia.

Penularan Antarmanusia

Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar-menukar elemen genetik) sehingga muncul virus baru. Saat ini dikenal empat macam virus flu babi, yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi, yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.

Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi, maka virus itu berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.

Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.

Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu, juga dapat dijumpai gejala meler dari hidung, radang tenggorokan, mual, muntah, dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak napas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernapasan.

Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, sulit bernapas, mata merah, dan tidak mau makan.

Obat flu babi sama dengan obat yang digunakan untuk flu biasa atau flu burung. CDC merekomendasikan obat antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir. Hanya, obat itu lebih efektif jika diberikan pada tahap dini perjalanan penyakit, saat kerusakan pada sel paru-paru belum terlalu parah.

Belum ada vaksin yang dapat melindungi manusia agar tidak terkena flu babi. Oleh karena itu, langkah pencegahan untuk membatasi penularan sangat penting.

* Rahmat Junaidi SKM, MARS, MPH adalah kepala Subag Diklat/Litbang RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo dan alumnus Public Health Melbourne University, Australia

Mengurangi Risiko Penularan di Daerah Wabah Flu Babi

1. Menutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin. Membuang tisu ke tempat sampah setelah digunakan.

2. Mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Tisu yang mengandung alkohol juga dapat digunakan.

3. Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit flu.

4. Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah, tidak pergi bekerja atau ke sekolah, agar tidak menginfeksi orang lain.

5. Menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh.

Peran Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit terhadap Flu Babi

1. Melakukan langkah antisipatif seperti karantina/screening di terminal dan perbatasan. Serta orang asing yang dicurigai terkena kasus tersebut yang dilanjutkan dengan isolasi kasus. Ini sudah mulai dilakukan.

2. Melakukan surveillance (pengamatan) yang cepat dan terpadu.

3. Mempersiapkan laboratorium khusus untuk menganalisis kasus ini. Tentu dengan bantuan Departemen Kesehatan RI.

4. Membentuk tim zoonosis bersama dinas peternakan.

5. Upaya penyuluhan kepada masyarakat, termasuk simulasi pencegahan.

6. Upaya simulasi penangan kasus flu babi ini di rumah sakit.

7. Persiapan sarana pendukung pelayanan terkait di rumah sakit.

Sumber: JawaPos, 29-04-2009

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...