Sembelit, mungkin juga karena Faktor Usia.
Makin Tua, makin sering sembelit
oleh: Prof Bambang Wirjatmadi MD MS MCN Phd, Spesialis Gizi
Beberapa waktu lalu, saya sempat mengalami sembelit. Mungkin akibat makanan sih. Namun, setelah dapat informasi berharga ini, ada baiknya aku Posting sekalian. Demikian artikelnya:
Saya seorang pensiunan pegawai negeri sipil. Sejak bekerja hingga saat ini, saya tidak pernah atau jarang menderita penyakit yang berat. Paling hanya influenza. Tapi, beberapa waktu lalu, saya sering susah buang air besar, terutama buang air besar pagi. Teman saya bilang bahwa saya menderita sembelit atau konstipasi. Saya juga sudah mengonsumsi makanan yang berserat. Misalnya, sayuran serta buah-buahan. Minum juga saya rasa sudah cukup banyak.
Apa penyebabnya, Dok? Apakah ada hubungannya dengan makin bertambahnya umur saya? Bagaimana mengatasinya, Dok? Sebenarnya, seberapa banyak konsumsi buah, sayuran, serta air putih yang menjadi kebutuhan pensiunan seperti saya? Mohon penjelasan.
( Endang Purwanti, Malang )
Jawaban:
Sembelit atau konstipasi adalah kelainan yang ditandai kesulitan buang air besar. Hal itu disebabkan berkurangnya pergerakan peristaltik usus sehingga feses menjadi padat dan keras. Kelainan tersebut memang sering terjadi pada para lansia (lanjut usia). Mengingat, konsumsi lansia akan buah dan sayur cenderung menurun. Bila dibiarkan, sembelit tentu mengganggu. Buang air besar yang semestinya setiap pagi, jadi berubah makin jarang. Bahkan, ada warga evergreen yang buang air besar hingga tiga hari sekali.
Ada berbagai penyebab sembelit. Penyebab yang sering adalah rendahnya konsumsi serat. Selain itu, sembelit bisa timbul karena konsumsi air minum yang kurang. Mungkin juga kurang/tidak melakukan exercise. Exercise alias olahraga yang tak memadai bisa mengakibatkan menurunnya peristaltik usus atau tonus dinding perut. Sembelit juga terjadi karena kecapaian berlebihan, kecemasan, hingga stres. Yang sering tak diduga, rasa senang yang berlebihan (excitement) juga memicu konstipasi ini.
Penggunaan obat-obatan jangka lama, seperti obat diuretik (untuk memperlancar kencing) dan antasid (obat untuk tukak lambung), juga bisa memicu sembelit. Nah, tentu perlu ditelisik lebih jauh, apakah ibu termasuk pengonsumsi obat-obatan tersebut.
Para lansia, termasuk ibu, sangat mungkin mengalami sembelit karena konsumsi serat rendah dan penurunan peristaltik usus akibat proses penuaan. Kelainan sembelit tersebut, umumnya, terasa setelah menginjak umur lima puluh tahun atau lebih. Cepat atau tidaknya gangguan sembelit sangat bergantung pada cepat atau lambatnya penurunan aktivitas tubuh. Serta, cepat atau tidaknya perubahan pola konsumsi serat yang banyak didapatkan pada sayur dan buah.
Diet yang baik dan teratur bisa mencegah dan mengobati sembelit. Konsumsi air minum sebanyak 6-8 gelas per hari sangat baik untuk menghindari terbentuknya feses yang padat dan keras. Memang, hal ini akan diiringi dengan peningkatan frekuensi buang air kecil. Tapi, tak masalah asalkan kondisi ginjal tak ada gangguan. Apalagi, konsumsi makanan yang banyak mengandung serat sangat dianjurkan.
Makanan yang mengandung serat didapatkan pada sayur. Yang tergolong tinggi serat, antara lain daun singkong, daun kacang panjang, daun pepaya, brokoli, serta jagung muda. Pilihan lain, pare, kacang panjang, buncis, maupun mentimun. Buah bisa memilih apel, pepaya, semangka, melon, pir, salak, serta pisang. Jika tak ada gangguan lambung, sah-sah saja mengonsumsi jeruk, nanas, sirsak, mangga, anggur, belimbing, ataupun jambu biji. Juga, kacang-kacangan. Termasuk, kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, bahkan tempe.
Serat tersebut sangat dibutuhkan dalam pembentukan feses agar volumenya cepat besar. Dalam kondisi demikian, feses akan lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh melalui anus. Yang sering diabaikan, makanan yang mengandung lemak, bawang putih, atau yoghurt juga bisa digunakan untuk mengatasi sembelit.
Selain ramuan tanaman obat (herbs), seperti barley juice, alfalfa, cascara sagrada, penggunaan aromaterapi bisa dilakukan. Aromaterapi yang bisa digunakan, antara lain, aroma merica hitam (black pepper), rosemary, dan mawar merah.
Yang tidak kalah penting adalah melakukan exercise untuk memperbaiki peristaltik usus. Tak perlu senam aerobik jingkrak-jingkrak. Latihan ringan juga bermanfaat bagi tubuh, termasuk usus. Di antaranya, jalan pagi selama 30-60 menit, berenang, bersepeda, dan yoga. Semoga penjelasan ini dapat membantu ibu mengatasi sembelit tanpa penggunaan obat-obatan pencahar ataupun urus-urus. ( Info: Jawapos, 11-04-09 )







