Memupuk Cinta dengan Sederhana…
Mungkin pembicaraan berikut sudah pernah anda baca, simak saja:
Cowok: “Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama.”
Cewek: “Apakah kau rela kalau aku pergi?”
Cowok: “Tentu Tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.”
Cewek: “Apakah Kau mencintaiku?”
Cowok: “Tentu! Selamanya akan tetap begitu.”
Cewek: “Apakah kau pernah selingkuh?”
Cowok: “Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu.”
Cewek: “Maukah kau menciumku?”
Cowok: “Ya…”
Cewek: “Sayangku…
Sesudah 10 tahun nikah…”
Tinggal baca dari bawah ke atas…
(Dari email seorang teman: faridsiswoyo@yahoo.co.id)
Bisa anda lihat, perasaan cinta dapat berubah seiring bertambahnya waktu. Entah itu rasa bosan atau jenuh. Sedikit atau banyak, pasti kita akan merasakan adanya perubahan akan cinta kita terhadap sesuatu hal yang kita cintai. Banyak dari kita yang Cinta pada Dunia. Cinta pada Harta. Atau juga Cinta pada pasangan kita. Penulis juga merasakan hal sama. Tetapi, yang penting dari Cinta itu adalah bagaimana kita merawat perasaan Cinta.
Seperti sebuah kalimat yang penulis jadikan sebagai judul, “Memupuk Cinta dengan Sederhana”, Cara yang paling dasar dalam hal merawat adalah memberinya pupuk. Gak usah banyak-banyak, sedikit saja asalkan cukup. Gak perlu muluk-muluk, pupuk hijau juga bisa kan. Atau, kita terpaksa memberikan Pupuk dari Hal yang menjijikkan dan buruk, yakni kotoran. Toh, meski buruk dipandang tetapi murni untuk merawat kan…
Sesuatu hal yang mulia berasal dari hal-hal yang sederhana. Cobalah kita berusaha untuk belajar merawat cinta melalui hal-hal yang sederhana.
Penulis bukanlah Sarjana Peternakan, bukan pula Sarjana Percintaan. Semuanya di atas hanyalah per-andai-an. Suatu ungkapan yang hendak penulis sampaikan adalah “Hargailah apa yang kita miliki sekarang. Rawatlah dengan sederhana. Sesederhana kita merawat suatu tanaman”.
Blog ini, sekalian penulis jadikan sebagai balasan dari teman penulis.
-end-








Nice blog!
Centra Freeware: Online Free Information
04 August 2008